Abe Tobing

Web developer, local musician and a beer lover

Mobil Bau Keringat

Being single means: "God gave you time to chase your dream on your own". Lebih kurang itulah yang terjadi pada diri saya saat ini. Tidak punya teman berbagi, teman bercanda, berantem, bersentuhan (lho?). Pokoknya semua dilakukan sendiri, semau gue, ga peduli, lempeng aja, bebas merdeka dan mengenaskan. Tapi, dibalik itu saya akui diri ini semakin berasa produktif, lebih edgy, lebih fokus mengerjakan sesuatu sampai tuntas.

Tidak sampai disitu, Tuhan masih saja memberi rejeki tambahan berupa project sampingan yang bisa dikata bisa nambah-nambah dana untuk mengejar impian, mengejar masa depan, dan sedikit tambahan biaya kenakalan dan biaya gaya hidup. Dengan catatan waktu semakin sempit untuk melakukan hal lain, hanya bekerja dikantor, pulang, bekerja lagi, tidur (agak sangat larut dan hanya sebentar), bangun, bekerja lagi dikantor, dan seterusnya.

Ngapain sih sampe segitunya? awas sakit lho!

Kalimat diatas sudah sering saya terima dari keluarga dan teman-teman terdekat, dan saya hiraukan sampai saat ini. Jawabannya, karena saya lagi mengejar sesuatu yang sangat saya impikan selama ini. Mobil bau keringat, itulah yang ingin saya raih saat ini. Mobil dengan kerja keras, usaha sendiri tanpa bantuan orang tua.

Siapa yang ga kepingin punya sesuatu hasil jerih payah sendiri, hasil kerja keras sendiri, hasil keringat sendiri? Rasanya pasti bangga saat menaikinya, tak peduli jelek atau kumal, asal buah tangan sendiri rasanya pasti beda.

Dan kalau dipikir-pikir hidup ini seperti game PlayStation/PC terkenal, GTA (Grand Theft Auto). Dimana kita bisa mencari quest/mission dari seseorang, kemudian jika sukses mengerjakannya, anda mendapatkan reward, berupa uang atau barang.

Kalau ada yang nanya, Kenapa cuma mobil?

Karena itu yang saya butuhkan saat ini. Mengingat kegiatan pada Senin-Jumat bekerja sebagai karyawan di Jakarta, Sabtu menjadi personil band lokal yang menghibur para Karyawan lain di sebuah cafe di Karawang, lalu Minggu menjadi anak Tuhan di gereja. Dapat diperkirakan rute mobilitas saya seperti berikut:

  1. Setiap jumat malam pulang saya harus menempuh jarak sekitar 83 KM (Jakarta-Karawang) untuk pulang ke kampung halaman.
  2. Hari Sabtu dan Minggu melakukan kegiatan lainnya.
  3. Minggu malam, saya harus menempuh kembali jarak 83 KM dari Karawang ke Jakarta, karena hari Senin harus kembali menjadi Karyawan yang rajin (datang telat).

Begitulah kira-kira alibi saya untuk membeli sebuah mobil.

Rencana lainnya adalah, jika saya sudah memiliki sang Mobil bau keringat ini, tentunya akan memudahkan saya untuk memboyong Sepeda Bau Keringat kesayangan ke Jakarta, dan menggunakan sang sepeda untuk pergi-pulang kerja selama Senin-Jumat. Si Mobil Bau Keringat hanya di gunakan jumat, sabtu dan minggu. Irit bensin dan turut mengurangi polusi bukan?

Tapi, itu masih impian, untuk meraihnya saya harus berkeringant dulu, dan beberapa project sampingan ini masih jauh dari kata kelar. Dan tentunya masih banyak malam-malam yang akan saya nodai sampai pagi demi menuntaskan segala project ini dan akhirnya berhak mendapatkan reward sebuah Mobil Bau Keringat.

 

Quote yang layak untuk postingan blog saya hari ini:
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Manusia hanya bisa merencanakan, tapi TUHAN yang menentukan.

 

Comments

Anonymous's picture
Anonymous:

resty

Add new comment

Thanks for your visit :)